Resume kelompok 04

 

Creative Thinking, Critical Thinking dan Analitis Thinking

Berpikir adalah daya jiwa yang dapat meletakkan hubunganhubungan antara pengetahuan kita. Mempertimbangkan informasi baru dan ide yang tidak dengan pikiran terbuka. Membangun keterkaitan, khususnya di antara hal-hal yang berbeda.

Berpikir kreatif tumbuh subur bila ditunjang oleh faktor internal dan situasional. Orang-orang kreatif memiliki temperamen yang beraneka ragam. Hal ini menyebabkan orang kreatif sering dianggap «nyentrik» atau gila. Maltzman menyatakan adanya faktor peneguhan dari lingkungan.

Dutton menyebutkan tersedianya hal-hal istimewa bagi manusia kreatif, dan Silvano Arieti menekankan faktor isolasi dalam menumbuhkan kreativitas.


*Berpikir Kreatif*


Hasrat keingintahuan yang cukup besar. Cenderung menyukai tugas yang berat dan sulit. Cenderung mencari jawaban yang luas dan memuaskan. Berpikir fleksibel.

Menanggapi pertanyaan yang diajukan serta cenderung member jawaban lebih banyak. Kemampuan membuat analisis dan sintesis. Memiliki daya abstraksi yang cukup baik. Memiliki latar belakang membaca yang cukup luas.

Rasional dan beralasan, artinya argumen yang diberikan selalu berdasarkan analisis dan mempunyai dasar kuat dari fakta fenomena nyata. Bagian dari suatu sikap, yaitu pemahaman dari suatu sikap yang harus diambil pemikir kritis akan selalu menguji apakah sesuatu yang dihadapi itu lebih baik atau lebih buruk dibanding yang lain.

Relevansi dari pernyataan yang dikemukakan. Penting tidaknya isu atau pokok-pokok pikiran yang dikemukakan. Menggunakan pengalamannya sendiri atau bahan-bahan yang diterimanya dari perkuliahan . Senantiasa menghubungkan fakta, idea tau pandangan serta mencari data baru dari informasi yang berhasil dikumpulkan.

Member bukti-bukti, contoh, atau justifikasi terhadap suatu solusi atau kesimpulan yang diambilnya. Melakukan evaluasi terhadap setiap kontribusi/ masukan yang dating dari dalam dirinya maupun dari orang lain. Ide-ide baru yang dikemukakan selalu dilihat pula dari sudut keperaktisan/ kegunaanya dalam penerapan. Diskusi yang dilaksanakan senantiasa bersifat muluaskan isi atau materi diskusi.


Bagian penting dari langkah penyimpulan ini adalah mengidentifikasi asumsi dan mencari pemecahan, pertimbangan dari interpretasi akan situasi dan bukti. 

Meningkatkan Kemampuan Critical Thinking a

a. Membaca dengan Kritis 

b. Mengembangkan Kemampuan 

c. Observasi atau Mengamati 

d. Meningkatkan Rasa Ingin Tahu, Kemampuan Bertanya dan Refleksi.


*Analitis Thinking*


Kemampuan berpikir analitis merupakan domain ke empat dari revisi Taksonomi Bloom. Berpikir analisis berada pada tingkatan tertinggi setelah tingkatan pemahaman, penerapan, dan mengingat. Berpikir analisis adalah kemampuan menguraikan atau memecah suatu masalah ke dalam beberapa bagian, dan hanya dimiliki oleh siswa yang telah menguasai kemampuan pemahaman dan penerapan.


*Kemampuan Berpikir Analitis*


Kemampuan berpikir analitis merupakan kemampuan menganalisis mencakup belajar untuk menentukan potongan-potongan informasi yang relevan atau penting , menentukan cara-cara untuk menata potongan-potongan informasi tersebut , dan menentukan tujuan dibalik informasi itu Aspek mengatribusi merupakan kemampuan untuk mengungkapkan informasi yang telah diperoleh dalam bentuk kesimpulan untuk menentukan sudut pandang di balik pengetahuan. Menganalisis informasi yang masuk dan membagi-bagi atau menstrukturkan informasi ke dalam bagian yang lebih kecil untuk mengenali pola atau hubungannya.

Komentar

Postingan populer dari blog ini

Resume Kelompok 03

Resume kelompok 1