Resume kelompok 1
Kelompok 1
Problematika Sistem Pendidikan Perguruan Tinggi Dalam Mempersiapkan Kelulusan
Rendahnya kualitas pendidik merupakan persoalan krusial yang harus segera diatasi, karena akan berdampak signifikan terhadap lulusan yang dihasilkan. Salah satu yang akan terdampak adalah indeks pembangunan manusia Indonesia yang selama ini dinilai masih rendah. Terkait dengan ini, dibutuhkan perhatian yang serius dalam rangka meningkatkan kualitas pendidik. Para dosen harus secara berkelanjutan melakukan update kemampuan dan ilmunya, sesuai perkembangan ilmu pengetahuan dan teknologi yang terus berjalan.
Faktor utama yang menyebabkan kualitas guru di indonesia rendah adalah kurang maksimalnya manajemen sumber daya manusia dalam perekrutan guru. Karena masih banyak calon guru yang direkrut tidak melalui mekanisme yang professional atau yang seharusnya, tidak mengikuti sistem rekrutmen yang dipersyarakatkan. Karena sebaik apapun kurikulum yang ada, tidak akan bisa berjalan dengan baik tanpa didukung guru yang berkualitas.
Relevansi kualitas SDM lulusan perguruan tinggi dengan kebutuhan dunia kerja
Perubahan yang cepat di dunia kerja sebagai akibat dari globalisasi dan revolusi di bidang teknologi informasi, dan sains, telah menuntut antisipasi dan evaluasi terhadap kompetensi yang dibutuhkan oleh dunia kerja. Evaluasi juga penting dilakukan sehingga dunia pendidikan tinggi tidak terpisah dan berjarak dengan dunia kerja yang riil yang ada di masyarakat. Beberapa pergeseran penting yang terjadi meliputi terjadinya peningkatan pengangguran terdidik baik pengangguran terbuka maupun terselubung sebagai akibat dari massifikasi pendidikan tinggi, berubahnya struktur sosio-ekonomi dan politik global yang mempengaruhi pasar dunia kerja dan perkembangan ilmu pengetahuan dan teknologi yang pesat sehingga menyebabkan terjadinya bebagai perubahan-perubahan mendasar dalam hal kualifikasi, kompetensi, dan persyaratan untuk memasuki dunia kerja. Masalah tenaga kerja menyangkut banyak aspek dan sifatnya menyeluruh, serta merupakan isu nasional yang mempunyai implikasi kebijakan.
Data yang dilansir dari kompas.com terjadi kenaikan jumlah pengangguran di Indonesia sebesar 10.000 orang menjadi 7,04 juta orang pada Agustus 2017 dari Agustus 2016 sebesar 7,03 juta orang dan Agustus 2017, Jumlah Pengangguran Naik Menjadi 7,04 Juta Orang. Pengangguran ini sebagian disebabkan oleh ketidaksesuaian antara keterampilan yang dibutuhkan oleh pengguna jasa dengan ketersediaannya di pasar kerja. Selain itu juga terdapat permintaan yang tinggi akan lulusan pendidikan tinggi, melampaui jumlah ketersediaannya. Sebaliknya, terdapat ketersediaan tenaga kerja lulusan sekolah menengah atas dalam jumlah berlebih, dibandingkan dengan jumlah lowongan kerja yang tersedia.
Diperlukan relevansi dan kesesuaian yang lebih baik antara pendidikan tinggi sebagai penyedia sumber daya manusia dengan dunia industri sebagai pemberi kerja. Dalam mewujudkan keterjangkauan dan pemerataan yang berkeadilan untuk memperoleh pendidikan tinggi yang bermutu dan relevan dengan kepentingan masyarakat pemerintah maupun pihak swasta telah membangun banyak institusi perguruan tinggi. Perguruan tinggi swasta tetap mendominasi perguruan tinggi yang ada, sedangkan perguruan tinggi negeri meskipun persentasenya hanya sekitar 8 persen dari total perguruan tinggi yang ada, tetapi pertambahannya mencapai empat kali lipat dalam kurun waktu lima tahun terakhir. Meskipun demikian, pertumbuhan jumlah perguruan tinggi secara massif tidak diikuti dengan peningkatan kualitas yang memadai.
Sementara dilihat dari jenis perguruan tinggi, institusi pendidikan tinggi yang menawarkan pendidikan akademik dan vokasi dapat dibedakan berdasarkan jenjang dan program studi yang ditawarkan seperti universitas, institut, sekolah tinggi, politeknik, akademi dan akademi komunitas. Pendidikan sekarang ini harus berorientasi pada dunia kerja, sehingga penekanannya tidak semata-mata pada aspek kognitif, namun juga pada aspek-aspek kepribadian lainnya yang justru lebih penting, seperti aspek afektif dan psikomotorik. Berbagai upaya telah dilakukan oleh pemerintah melalui dunia pendidikan, diantaranya dengan dikembangkannya pendidikan yang bercirikan keterkaitan dan kesepadanan . Jadi dengan kata lain pengembangan lebih ditekankan pada peningkatan kemampuan untuk melakukan pekerjaan pada masa yang akan datang, yang dilalui pendekatan yang terintegrasi dengan kegiatan lain untuk mengubah perilaku kerja .
Terlebih dalam suasana multidimensi, masyarakat membutuhkan dukungan berbagai pihak untuk menghadapi persaingan bebas, untuk itu isu pendidikan memegang peranan penting bagi peningkatan kualitas sumber daya yang dimiliki. Agar tidak tertinggal dengan masyarakat dan bangsa di dunia, maka peningkatan pendidikan manjadi salah satu sarana untuk meningkatkan potensi dasar yang dimiliki masayarakat dan bangsa Indonesia. "Menurut , "Pendidikan dan latihan merupakan salah satu faktor yang penting dalam pengembangan sumber daya manusia. Produktivitas memiliki pengertian filosofis kualitatif dan kuantitatif teknis, secara filosofis kualitatif produktivitas berarti pandangan hidup dan sikap mental yang selalu berusaha untuk meningkatkan mutu kehidupan.
Untuk definisi secara kuantitatif, produktivitas merupakan perbandingan antara hasil yang dicapai dengan keseluruhan sumber daya yang dipergunakan per satuan waktu. Investasi di bidang sumber daya manusia adalah pengorbanan sejumlah dana yang dikeluarkan dan kesempatan memperoleh penghasilan selama proses investasi. Imbalan yang akan diperoleh adalah tingkat penghasilan yang lebih tinggi untuk mampu mencapai tingkat konsumsi yang lebih tinggi pula. Data inilah yang diharapkan dapat menjadi pertimbangan institusi, termasuk Bappenas dalam menyusun kebijakan dalam rangka peningkatan SDM Indonesia.
" Dapat dilihat pada sektor pendidikan, setiap tahun perguruan tinggi mencetak kurang lebih 250 ribu calon guru, tetapi nyatanya yang benar-benar terserap menjadi guru profesional tidak lebih dari 20 persennya," tutur Dirjen Ghufron di Auditorium Gedung D Kemenristekdikti, Jakarta, Senin . Angka ini jauh melebihi jumlah perguruan tinggi di China yang memiliki penduduk terbanyak di dunia. Terkait hal tersebut, cetak biru pembangunan SDM diharapkan mampu menjadi acuan dalam membuka fakultas atau program studi yang sesuai dengan kebutuhan zaman. ""Jangan sampai perguruan tinggi membuka program studi yang lulusannya sudah tidak dibutuhkan, atau kita kekurangan lulusan yang justru dibutuhkan.
" Apalagi dalam kaitannya dengan revolusi industri 4.0, dunia kerja serba berubah, bahkan ada beberapa pekerjaan yang sudah tergantikan oleh robot," ujarnya. Untuk itu, diharapkan perguruan tinggi membuka program studi yang inovatif, di mana sesuai dengan kebutuhan industri. Menteri Bambang menambahkan, perguruan tinggi harus menciptakan ahli yang pekerjaannya tidak tergantikan oleh mesin. Indonesia saat ini gencar membangun infrastruktur, tetapi yang lebih sulit adalah memeliharanya.
" Sedangkan kelemahan Indonesia adalah pada product development, sehingga yang diperkuat research and development ," sebutnya.
Kompetensi melalui Program Sertifikasi Guru
Guru yang dinyatakan lolos dan telah memiliki sertifikat profesi akan mendapatkan tunjangan finansial yang ditujukan untuk meningkatkan kesejahteraan hidupnya. Inti dari kajian tersebut adalah sertifikasi pendidik merupakan salah satu cara yang diterapkan pemerintah untuk meningkatkan kualitas guru melalui peningkatan kompetensi yang disertai pemberian tunjangan. Guru yang memenuhi penilaian portofolio akan dinyatakan lulus dan mendapat sertifikat pendidik, sedangkan yang belum lulus akan mengikuti serangkaian kegiatan untuk melengkapi portofolio serta mengikuti pelatihan-pelatihan sesuai dengan persyaratan yang harus dipenuhi oleh penyelenggara sertifikasi.
Guru untuk Aktif dalam Kegiatan Ilmiah
Solusi lain yang dapat ditambahkan adalah mendorong guru untuk mengikuti seminar dan forum ilmiah yang diselenggarakan oleh berbagai perguruan tinggi dan institusi. Terdapat banyak forum ilmiah yang mengundang guru dan dosen untuk mempresentasikan hasil penelitian maupun makalah konspetual, sehingga dalam forum semacam ini guru dapat berbagi dan memperoleh ide-ide baru dalam menyelenggarakan pembelajaran yang berkualitas.
Pendidikan bertujuan untuk menghasilkan lulusan atau sumber daya manusia yang cerdas dan kompetitif. Namun secara umum pendidikan di Indonesia saat ini lebih menekankan pada pengetahuan teknis atau hard skill dan kurang memberikan keterampilan yang bersifat soft skills. Perlu dibangun kemampuan peserta didik dalam hal mengelola emosi, menghadapi stress, berkomunikasi, integrasi/kejujuran, menerima perbedaan dan sebagainya yang mana semua itu merupakan atribut dari soft skills. Penilaian tertinggi peserta didik selama proses pendidikan tidak hanya nilai intelektualnya tapi juga hal yang tak kalah penting adalah "soft skillnya".
Komentar
Posting Komentar